15.26.00

Permasalahan Pergudangan Modern

Permasalahan Pergudangan Modern
Gudang dan pergudangan telah berubah cukup drastis selama dua ratus tahun terakhir.
 Dalam abad kesembilan belas Inggris, sebagai akibat dari revolusi industri, gudang menjadi semakin besar dan mewah, Mereka dibangun dekat dengan kereta api, kanal dan bandara untuk kemudahan akses transportasi.

Manchester adalah contoh utama, banyak sekali pergudangan tua yang dirubah menjadi kantor, liburan atau ruang ritel, namun nama gudang tua itu tetap terkenal menjadi sebutan nama daerah. India House, misalnya, dibangun pada tahun 1906 dan pada awalnya tempat tersebut adalah sebuah gudang kemasan Lloyds Packing Warehouse Ltd dikonversi menjadi apartemen pada tahun 1980-an.

Tentu saja, dengan adanya perubahan seperti itu, letak gudang ditengan kota akan mahal dan menjadi masalah karena akan sangat mahal membeli tanah dan membangunnya di tengah kota, belum lagi desain yang jauh lebih fungsional hari ini.

pada saat ini Gudang telah menjadi unit terbesar bagi para industri, yang dibangun dari susunan baja besi dan juga tiang rak yang menjadi penopang. biasanya pergudangan masih terletak berdekatan dengan sentral utama transportasi, bagaimanapun, teknologi modern telah merubahnya. dengan itu tingkat fleksibilitas apapun, akses jalan utama menjadi sebuah kebutuhan, sehingga akan cukup luar biasa bila  menemukan jenis gudang yang masih digunakan yang masih terletak ditengah kota pada saat ini.

biaya akan murah bilang pergudangan tersebut jauh dari kota, dan pergudangan modern biasanya dapat ditemukan di daerah-daerah industri di pinggiran kota, memberikan nilai yang lebih baik per meter persegi dan oleh karena itu memaksimalkan ruang yang tersedia akan menjadi PR bagi anggaran perusahaan.

Pengaruh biaya menjadi masalah, oleh karena itu butuh pengelolaan ruang gudang yang baik, tidak hanya mempengaruhi ukuran gudang, hal itu mempengaruhi tata letak mereka juga. Kebanyakan gudang modern akan memakai sistem single, gudang terbuka, dengan lorong panjang dan relatif sempit di antara barisan tinggi, rak multi-level untuk penyimpanan barang.

Barang itu sendiri sering disimpan dan dihapus secara manual, namun dalam beberapa kasus sistem otomatis berada di tempat, umumnya di gudang berpendingin dimana suhu terlalu rendah untuk jangka waktu pekerjaan.

disaat barang-barang dipindahkan secara manual, truk forklift sering digunakan dan dalam beberapa kasus sepupunya yang kurang dikenal, loader samping.

Forklift adalah mesin yang sangat berguna dalam skenario gudang modern, mereka memiliki lingkaran balik yang sangat ketat, dapat mengangkat beban berat dengan aman dan relatif mudah dan murah untuk beroperasi. Mekanisme angkat di depan kendaraan memungkinkan barang palletised untuk diangkat dan diambil dari rak tinggi dan diangkut ke dan dari pengiriman kendaraan dengan minimal rewel.

Namun masalah yang terjadi saat panjang beban atau lebar ditemui. Tidak hanya item panjang saham membuat isu keselamatan itu memberikan dilema di mana tata letak gudang yang bersangkutan.

Mari kita panjang dua puluh kaki batang baja dibundel misalnya. Satu-satunya cara yang realistis untuk mengangkut mereka dengan forklift akan membawa mereka cara lebar. Membawa mereka memanjang akan membuat keadaan tidak aman karena akan baik overbalance kendaraan atau beban akan secara harfiah jatuh.

Masalah terus bahkan jika kita mempertimbangkan membawa mereka lebarnya sekalipun. Gang-gang akan perlu dibuat lebih luas di gudang untuk memulai, sangat berdampak pada tata letak gudang dan meningkatkan biaya penyimpanan per meter persegi.

Masalah-masalah ini dapat diselesaikan cukup hanya dengan memperkenalkan loader sisi, sepupu mengangkat garpu ini kurang dikenal.

loader sisi, sebagai nama mereka menyiratkan, membawa beban mereka di samping. Mereka mirip dalam desain dan implementasi untuk forklift standar, tapi satu perubahan desain dasar ini berarti bahwa mereka mampu sehingga truk standar tidak bisa melakukannya.

panjang beban dapat diangkut dengan cepat, aman dan mudah masuk dan keluar dari gang sempit. Bahkan lorong bisa dalam banyak kasus dapat dibuat bahkan lebih sempit, sehingga menghemat biaya penyimpanan dan dalam beberapa kasus mengurangi jejak fisik gudang ini.

Tentu saja sisi loader bukanlah jawaban untuk segala sesuatu. Forklift masih memiliki keuntungan mereka, tetapi dalam beberapa kasus, terutama di sektor pergudangan, sisi loader bisa lebih hemat biaya dan lebih cocok untuk lingkungan.

Tapi apa adalah masa depan pergudangan?

Sementara banyak teknik pergudangan telah diubah, bersama dengan mesin yang memenuhi tugas memindahkan barang dari A ke B, dan bahkan dengan munculnya pengiriman barang langsung dari pemasok ke konsumen tanpa perlu untuk pergudangan, gudang masih sangat banyak di menggunakan dan memang penting untuk banyak bisnis, baik besar maupun kecil, di seluruh dunia.

Memilih Rak yang Fleksibel untuk Gudang Anda


Memilih Rak yang Fleksibel untuk Gudang Anda

Fleksibilitas menjadi hal yang terpenting !

Pada saat ini pergudangan sangat lah menggurita di negara - negara besar yang pesat pengindustriannya, salah satunya Indonesia ini. Yang memiliki perputaran uang bergitu cepat. Sangatlah dibutuhkan bagi para pedagang kelas kakap maupun kelas pemula untuk memiliki gudang.

Maka dari itu dibutuhkan Rak Gudang yang fleksibel guna mempermudah proses keluar masuk barang, mengelola barang. Juga penting bagi gudang untuk memiliki slot dan ruang yang luas yang mengakomodir banyaknya barang sebagai stok.

Kami akan memberikan sedikit informasi yang bermanfaat bagi anda yang ingin memiliki rak gudang yang cocok untuk menyimpan barang - barang anda. guna lancarnya proses kerja serta bisnis anda.

Mungkin menjadi pertanyaan penting, bagaimana cara menbuat gudang anda menjadi serba guna? apa yang menjadi batasan-batasan dalam mengatur interior gudang? Bisakah seluruh gudang dilengkapi dengan sistem yang dapat bergerak serta berubah? Apakah harus memiliki proporsi tertentu untuk perlengkapan yang permanen? Bagaimana anda dapat menyempurnakan pergudangan anda? Sangat banyak sekali jenis gudang yang menjadi pilihan agar gudang anda menjadi fleksibel. Ada 3 jenis model rak gudang fleksibel yang populer, yaitu Mezzanines, Rak Palet, dan Rak Kantilever. Ketiga model rak tersebut akan menjadi solusi perlengkapan dengan kegunaan yang berbeda - beda dan untuk berbagai jenis barang - barang anda yang akan simpan.

3 Rak Gudang yang akan menjadi solusi pergudangan Anda

1. Mezzanines

Memilih Rak yang Fleksibel untuk Gudang Anda
Mezzanines dianggap menjadi solusi bagus utnuk membagi ruang gudang secara vertikal. Pikirkan sebuah gudang dengan langit-langit yang tinggi. Bagaimana Anda bisa memanfaatkan ruang ini? Jawaban yang jelas adalah untuk menginstal sebuah rak sangat tinggi. dalam banyak kasus, solusi ini akan menjadi yang terbaik. Namun, mungkin ada solusi yang lebih baik. Mezzanine atau Entresol adalah lantai perantara antara lantai-lantai utama bangunan. Mezzanine berasal dari bahasa Italia “Mezzano” yang artinya “tengah”. Di gudang, mezzanine dapat diinstal oleh perusahaan rak sebagai ruang kosong yang terdapat rak di atasnya di antara susunan rak gudang untuk dimanfaatkan sebagai Ruang Kantor, Penyimpanan Cadangan atau ruangan - ruangan lain. Struktur baja atau platform penunjang rak bermanfaat untuk penggunaan ruang secara maksimum dan menambah ruang yang tersedia di gudang Anda. Dengan adanya Mezzanine, perusahaan anda akan terselamatkan dari pengeluaran uang yang sangat banyak. 

2. Rak Palet

Memilih Rak yang Fleksibel untuk Gudang Anda
Solusi lain yang dapat menyelamatkan Anda dari keluarnya banyak modal serta memberikan fleksibilitas penggunaan ruang di gudang Anda adalah Rak Palet. mengapa ? ditengah seringnya pengelolaan tata letak rak gudang yang selalu bertambah serta berkembangnya luas ruang gudang, manfaat yang anda dapat dari Rak Palet ini adalah Sangat Mudahnya instalasi rak tersebut, dengan desain bongkar pasang  perakitannya tidak membutuhkan waktu yang sangat berharga serta uang untuk proses perakitan tersebut.

3. Rak Kantilever

Memilih Rak yang Fleksibel untuk Gudang Anda
Sistem rak kantilever ideal untuk menyimpan barang-barang yang panjang atau barang berukuran non-standar lainnya. Daftar produk yang dapat disimpan berkisar dari tabung plastik, pipa baja, profil dan papan kayu sampai perabotan. Semua penopang kantilever dapat digunakan sebagai desain satu-sisi atau dua-sisi dan deretan penopang dapat memiliki panjang sesuai dengan yang dibutuhkan. Lengan kantilever dapat dimodifikasi secara fleksibel untuk barang yang disimpan dengan ketinggian dan persyaratan pemuatan yang berbeda. Penyesuaian dan adaptasi berikutnya dapat dilakukan tanpa alat.


Seperti yang anda lihat, fleksibilitas yang baik yang tersedia saat ini sangat berguna untuk konfigurasi gudang anda yang sewaktu - waktu berubah, bertambah, dan berkembang. Fleksibilitas akan menghemat banyak uang, waktu dan juga energi serta pikiran anda dan pekerja anda.



sumber : - http://www.ssi-schaefer.co.id/
               - http://ezinearticles.com/?Flexible-Shelving-Options-For-Warehouse-Storage&id=2853671

8 Tips Merancang Sistem Manajemen Gudang yang Baik


8 Tips Merancang Sistem Manajemen Gudang yang Baik

     Warehouse management system atau dalam bahasa Indonesia sistem manajemen gudang yang baik membutuhkan ketelitian dan serius. Diperlukan mekanisme dan rancangan yang khusus. Tidak Banyak dari berbagai Para Pembisnis Pemula yang memliki masalah dan tantangan. selain permasalahan modal ataupun yang lain. 
Maka dari itu kami akan mencoba memberikan ulasan bagaimana merancang gudang yang baik.


8 Tips Merancang Sistem Manajemen Gudang yang Baik.

1. Persiapkan data seakurat mungkin.


      Menurut Anda, data apakah yang menjadi dasar keputusan buat menentukan persediaan? So pasti data pemasaran kan? Lha, persediaan dalam gudang itu tujuannya kan untuk nantinya Anda pasarkan dan akhirnya bisa terjual. Jadi Anda harus tahu dulu data penjualan periode lalu, bagaimana target pemasaran Anda serta forecast (ramalan) penjualan periode sekarang. Beberapa perusahaan menggunakan sistem pre-order, dan data pesanan yang masuk adalah landasan dalam menentukan angka persediaan. Untuk menentukan forecast penjualan, Anda juga perlu mengetahui seperti apa rencana pemasaran Anda. Contohnya kapan Anda melakukan rencana promo, ikut pameran atau kapan Anda akan "membombardir" pasar dengan program diskon. Anda juga sangat dianjurkan untuk selalu berkonsultasi dengan bagian pemasaran Anda ketika akan menentukan angka cadangan persediaan. Mengapa? Karena Anda perlu tahu berapa persen angka dari penjualan yang tidak terduga. Anda nggak inginkan kalau pas penjualan Anda meledak persediaan Anda justru kurang atau malah kehabisan karena sistem manajemen gudang Anda buruk?

2. Buat forecast persediaan.


      Nah, kalau data tersebut sudah di tangan, Anda tinggal membuat forecast persediaan saja tentang berapa jumlah persediaan yang Anda butuhkan periode ini. Ini bukan tahap yang mudah bagi Anda yang menjual produk dengan jenis yang sangat banyak dan bermacam-macam. Soalnya Anda harus menentukan jumlahnya per item. Kebayang kan kalau usaha Anda bergerak di bidang retailer? "Rempong banget dong dok kalau harus menentukan jumlahnya per item dan di-include-kan dalam membuat sistem manajemen gudang yang baik !!" Lha ya... tapi lebih rempong lagi kalau stok barang Anda "hilang" karena Anda nggak buat sistem manajemen gudang yang baik.

3. Buat schedule persediaan.


      Selain Anda harus membuat forecast jumlah persediaan, Anda juga harus mengatur schedule persediaan. Maksudnya di sini adalah Anda harus menentukan jadwal pembelian persediaan dan jadwal persediaan barang Anda akan keluar dari gudang.

4. Lakukan budgeting persediaan.


      Setelah Anda mengantongi forecast dan schedule persediaan, tinggal dihitung deh, sudah habis berapa duit. "Kok nggak di awalngitungnya dok...?" Loh... kalo Anda letakkan diawal, ntar nggak sesuai dengan kebutuhan bagian pemasaran dong? Tapi Anda tetap bisa buat sedikit utak-atik penyesuaian pada step ini, supaya bisa sesuai dengan budget yang ada.

"Sistem Manajemen Gudang yang Baik tidak hanya "membahas" jumlah persediaan (stok barang) atau budgeting barang. Anda juga harus memastikan produk yang tersimpan di gudang akan sampai ke tangan konsumen dalam keadaan prima."

     Mari kita istirahat terlebih dahulu dan sedikit berbincang. Manajemen gudang sangat penting demi kesinambungan usaha Anda. Peran gudang menjadi bagian terpenting dalam bisnis Anda, sebab gudang berkaitan langsung dengan penjualan. Ketika persediaan gudang tidak sesuai dengan penjualan, Anda bisa merugi, entah karena penjualan Anda gagal atau justru persediaan yang tersisa di gudang terlalu banyak.

     Selain itu, kalah Anda berbicara masalah kepuasan konsumen, Anda juga akan bicara tentang masalah sistem manajemen gudang yang baik. Bagaimana jika tim penjualan Anda sudah berhasil menjual produk Anda dan ternyata mereka menemukan bahwa stok gudang Anda "kosong"? Apa yang harus mereka katakan kepada konsumen yang sudah terlanjur membeli dan menginginkan barang Anda saat itu juga?

     Dan sistem manajemen gudang yang baik tidak hanya "membahas" jumlah persediaan (stok barang) atau budgeting barang. Anda juga harus memastikan produk yang tersimpan di gudang akan sampai ke tangan konsumen dalam keadaan prima.

     Didalam tahap selanjutnya Kita akan bahas penyempurnaan Sistem Manajemen Gudang yang Baik tersebut.

5. Kenali karakter persediaan.


     Setelah Anda menentukan jumlah persediaan dan budgeting, Anda harus menentukan cara penyimpanan yang tepat. Misalkan produk yang Anda simpan dalam gudang adalah kain katun premium Jepang. Anda harus hati-hati dengan serangan tikus, ngengat atau gangguan lain yang bisa merusak kain. Anda juga harus pikirkan masa kadaluarsanya, walaupun sotk barang Anda bukan makanan ringan. Jadi setiap persediaan atau stok barang harus terdata tanggal kadaluarsanya. Selain itu, atur supaya produk yang keluar gudang lebih awal adalah produk dengan masa kadaluarsa yang paling awal. Bahasa kerennya adalah "First In First Out" alias FIFO.

6. Atur tata letak persediaan.


     Setelah Anda sudah mengetahui karakter persediaan yang Anda miliki, kini tinggal Anda mengatur "lay out" alias tata letak gudang. Contohnya adalah mengatur supaya produk yang pertama masuk terletak pada posisi yang paling mudah untuk diambil (sistem FIFO tadi). Atau produk yang paling laku letaknya yang paling mudah dijangkau.

7. Atur sistem otorisasi.


     Kalau Anda sudah punya sistem penyimpanan, yang harus Anda buat selanjutnya adalah sistem keluar masuk barang. Kalau Keluar dan masuk barang tidak berada dalam sebuah sistem pengawasan yang ada, bisa jadi barang Anda dicuri Anda tidak tahu. Jadi segera tentukan siapa saja yang berwenang dalam gudang dan otorisasi haknya di gudang. Pilih karyawan yang tidak hanya pintar, tetapi juga jujur. Jadi hanya dalam pengawasan merekalah (orang yang Anda tunjuk) barang dalam gudang bisa keluar dan masuk.

8. Atur sistem pendataan.


     Mengatur pencatatan gudang tidak sulit. Anda bisa andalkan software biasa seperti MS Excell. Yang terpenting adalah, Anda disiplin dalam mencatat keluar masuknya barang, terkode serta terdata dengan baik dan rapi.


     Walhasil, Memanage Gudang itu tidak terlalu sulit seperti yang di lihat, hanya keberanian dan keseriusan saja Anda dapat membuat gudang yang luar biasa bermanfaat.


apa itu Material Handling ?


apa itu Material Handling ?


           Pemindahan bahan atau material handling merupakan istilah terjemahan dari material handling
adalah suatu aktivitas yang sangat penting dalam kegiatan produksi dan memiliki kaitan erat dengan perencanaan tata letak fasilitas produksi (Wignjosoebroto, 2000).

      Material Handling Planning Sheet (MHPS) merupakan suatu tabel yang digunakan untuk menghitung biaya penanganan bahan. Disini dilakukan minimasi biaya penanganan bahan tetapi dengan tidak mengabaikan prinsip-prinsip pemindahan bahan, prinsip-prinsip tersebut adalah seluruh aktivitas pemindahan harus direncanakan, mengoptimasi aliran bahan dengan merencanakan sebuah urutan operasi dan pengaturan peralatan, mengurang mengkombinasi dan menghilangkan pergerakan atau peralatan yang tidak diperlukan, memanfaatkan prinsip gravitasi bagi pergerakan bahan jika memungkinkan, meningkatkan jumlah, ukuran dan berat muatan yang dipindahkan, menggunakan peralatan pemindahan yang mekanis dan otomatis, mengurangi waktu non produktif dari peralatan dan tenaga kerja (Apple 1990).

     Material Handling adalah salah satu jenis transportasi (pengangkutan) yang dilakukan dalam perusahaan industri, yang artinya memindahkan bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi dari tempat asal ketempat tujuan yang telah ditetapkan. Pemindahan material dalam hal ini adalah bagaimana cara yang terbaik untuk memindahkan material dari satu tempat proses produksi ketempat proses produksi yang lain. Pada dasarnya kegiatan material handling adalah kegiatan tidak produktif, karena pada kegiatan ini bahan tidaklah mendapat perubahan bentuk atau perubahan nilai, sehingga sebenarnya akan mengurangi kegiatan yang tidak efektif dan mencari ongkos material handling terkecil. Menghilangkan transportasi tidaklah mungkin dilakukan, maka caranya adalah dengan melakukan hand-off, yaitu menekan jumlah ongkos yang digunakan untuk biaya transportasi. Menekan jumlah ongkos transportasi dapat dilakukan dengan cara: menghapus langkah transportasi, mekanisasi atau meminimasi jarak (Unikom, 2011).

     Berikut ada beberapa istilah yang umumnya dijumpai dalam pembahasan mengenai material handling (Mercubuana, 2010). Transport, adalah pemindahan bahan dalam satuan berat (unit load) atau continers melalui suatu lintasan yang jaraknya lebih dari 5 feet atau sekitar 1,5 meter. Transper, adalah pemindahan bahan melalui lintasan yang jaraknya kurang dari 5 feet atau sekitar 1,5 meter. Bulk Material, yaitu baha material yang dalam pemindahan tidak memerlukan bag, barrel, bottle, drum, dan lain-lain. Unit load, manunjukan sejumlah packaged unit tertentu yang bisa di muat dalam skid box, pallets, dan lan-lain. Rehandle, adalah aktivitas penurunan muatan yang ada dalam pallets, box, skid, dan lain-lain (Mercubuana, 2010).

     Pemindahan barang adalah bagian dari sistem industri yang memberi pengaruh tentang hubungan dan kondisi fisik dari bahan atau material produk terhadap proses produksi tanpa adanya perubahan-perubahan akan kondisi atau bentuk material produk itu sendiri. Prinsip didalam menetapkan sistem pemindahan bahan yang optimal adalah konsep “the best handling is no handling at all”. Material handling adalah aliran bahwa yang harus direncanakan dengan secermat-cermatnya sehingga material akan bisa dipindahkan pada saat dan menuju lokasi yang tepat (Binus, 2004).


Kegunaan Material Handling


     Dalam merancang tata letak pabrik, maka aktivitas pemindahan bahan (material handling) merupakan salah satu faktor yang cukup penting untuk diperhatikan dan diperhitungkan. Aktivitas pemindahan tersebut dapat ditentukan dengan terlebih dahulu memperhatikan aliran bahan yang terjadi dalam suatu operasi. Selanjutnya hal yang harus diperhatikan adalah tipe layout yang akan digunakan. Ongkos material handling adalah ongkos yang dikeluarkan untuk melakukan pemindahan material dari satu departemen menuju departemen yang lain untuk dilakukannya proses produksi selanjutnya. Tujuan ongkos material handling adalah menjaga atau mengembangkan kualitas produk, mengurangi kerusakan dan memberikan perlindungan terhadap material (Mercubuana, 2010).

     Kebutuhan-kebutuhan tersebut meliputi Menghemat penggunaan luas lantai. Mengurangi beban manusia dan kecelakaan. Meningkatkan semangat kerja. Mengurangi biaya handling atau penanganan. Mengurangi biaya overhead. Mengurangi biaya produksi (Mercubuana, 2010).

      Kegunaan luas lantai adalah saat digunakan dalam membantu untuk perhitungan Ongkos Material Handling antar departemen, sesuai dengan luas lantai hasil perhitungan. Beberapa aktivitas pemindahan bahan yang perlu diperhitungkan adalah sebagai berikut. Pemindahan bahan dari gudang bahan baku (receiving) menuju departemen fabrikasi maupun departemen assembling. Pemindahan bahan yang terjadi dari satu departemen menuju departemen yang lainnya. Pemindahan bahan dari departemen assembling menuju gudang bahan jadi (shipping). Alat angkut yang dipergunakan (Binus, 2004).


Peralatan Material Handling


      Peralatan material handling yang biasanya dipergunakan dalam suatu perusahaan pabrik dapat dibedakan atas sebagai berikut: Fixed path equipment yaitu peralatan material handling yang sudah tetap (fixed) digunakan suatu proses produksi,dan dapat digunakan untuk maksud-maksud lain. Sifat-sifat dari fixed path equipment  ialah: biasanya tergantung atau ditentukan oleh proses produksi. Sifatnya sudah tetap (fixed) tidak fleksibel, karena hanya digunakan untuk mengangkut barang-barang atau bahan-bahan secara terus-menerus dan tidak dapat digunakan untuk maksud yang lain. Mesin-mesin atau peralatan ini biasanya menggunakan kekuatan tenaga listrik. Contoh fixed path equipment adalah: ban berjalan (conveyor), ada yang diletakkan di atas ruang dan ada di lantai, derek (cranes), lift (elevator), kereta api (Unikom, 2011).

Varied Path Equipment, yaitu peralatan material handling yang sifatnya fleksibel dapat dipergunakan untuk bermacam-macam tujuan dan tidak khusus untuk mengangkut atau memindahkan bahan-bahan/barang-barang tertentu. Sifat-sifat dari varied ialah: biasanya tidak tergantung dari proses produksi. Dapat dipergunakan bermacam-macam operasi. Mesin-mesin atau peralatan semacam ini biasanya digunakan dengan kekuatan tenaga manusia atau tenaga mesin (motor). Contoh dari varied path equipment adalah bermacam-macam truk, forktruck atau forklift, kereta dorong (Mercubuana, 2010).

      Pemilihan jenis alat angkut didasari terhadap besar beban material yang harus dipindahkan, dimana jenis alat angkut yang dipergunakan bergantung pada spesifikasi alat angkut dalam melakukan operasinya. Beberapa alat-alat angkut yang biasa dipergunakan adalah: Alat angkut dengan menggunakan tenaga manusia kurang dari 20 kg. Alat angkut dengan menggunakan walky pallet (20-50 kg). Alat angkut dengan menggunakan lift truck (di atas 50 kg). Setelah ditentukan alat angkut yang akan digunakan, maka selanjutnya dapat ditentukan ongkos alat angkut berdasarkan jarak tempuh (meter gerakan). Seperti telah dikatakan bahan plant lay out dan material handling seharusnya berjalan bersamaan. Oleh karena itu plant lay out yang dibuat haruslah mencerminkan banyaknya kebutuhan atas kegiatan material handling dari suatu tingkat proses ke tingkat proses berikutnya (Mercubuana, 2010).

      Faktor-faktor material handling yang perlu dipertimbangkan dalam plant lay out yang baru ialah disediakannya gang-gang kecil atau ruang gerak (aisles) yang cukup lebar untuk menempatkan dengan aman jenis-jenis peralatan yang mekanis, dan dapat menampung muatan yang terbesar yang dihadapkan serta cukup bagi tempat bergerak orang-orang yang berjalan sejajar. Menyediakan tempat atau ruangan yang cukup untuk berjalannya pekerjaan, sehingga dapat dihindarinya rehandling sebelum pengolahan dilakukan. Menyimpan barang agar supaya barang tersebut tetap dalam keadaan yang baik untuk dikerjakan. Jangan sekali-kali meletakkan bahan-bahan lepas di atas lantai, kecuali bila tidak dapat dihindarkan sama sekali, karena hal ini membutuhkan pekerjaan dengan tangan untuk mengangkut dan membongkar bahan-bahan tersebut setiap kali dipindahkan (Mercubuana, 2010).

       Meniadakan kamar-kamar penyimpanan yang terpencil dan dipagari di mana mungkin, kecuali kalau: bahan-bahan harus disimpan secara teliti sekali, bahan-bahan mudah hilang, rusak atau dicuri, bahan-bahan tidak segera dapat diperoleh, karena waktu pengiriman bahan-bahan tersebut lama. Kamar penyimpanan yang dipagari membutuhkan sistem pemindahan yang khusus baik untuk penerimaan maupun pengeluaran barang, dan biasanya administrasinya khusus pula. Mengadakan suatu sistem pemindahan barnag-barang sisa atau scrap dari bahan-bahan bekas yang dibuang. Merencanakan pos-pos pengawasan sebagai suatu bagian dari arus pekerjaan. Menghindarkan semua gerakan yang menyilang (zig-zag yang melalui arus yang berlaku umum (general line of flow). Merencanakan pekerjaan-pekerjaan pengepakan pada akhir aliran atau arus pekerjaan untuk menghindarkan pekerjaan pengepakan dan pengangkutan kembali. Dalam merencanakan tempat-tempat penerimaan dan pengiriman barang, kekuatan lantai harus dibuat sedemikian rupa, sehingga memudahkan masuknya kendaraan pengangkut/pemindah bahan (Mercubuana, 2010).

sumber : http://bit.ly/2aJRiBX | Faried Pradhana

Tren Data Mining dalam Industri Retail

Perkembangan teknologi informasi semakin lama semakin pesat, Di berbagai tempat di berbagai industri, data mengalir semakin cepat dan dalam jumlah yang sangat besar. Aliran data yang luar biasa besar tersebut mengandung banyak informasi berharga yang sayang jika dilewatkan begitu saja. Namun tentunya tidak mencari informasi berharga dari timbunan data tersebut. Karena itu, perlu dilakukan data mining.

Apakah data mining itu?

      Data mining bukan sekedar proses pencarian informasi berdasarkan kriteria - kriteria  tertentu saja. Data mining merupakan proses pemaknaan informasi yang tersembunyi dalam data. Hal ini dilakukan melalui proses identifikasi pola - pola yang ada, sehingga didapatkan pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahui.

     Berdasarkan sejarahnya, evolusi data mining dapat digambarkan sebagai berikut. Era pengumpulan data (tahun 1960-an), era akses data (tahun 1980-an), era data warehousing & Decision support (tahun 1990-an) dan era data mining (sekarang).

     Walaupun konsep data mining telah dikenal sejak era tahun 1960-an. konsepnya telah ada sejak lama. Perkembangannya menjadi semakin pesat di era penggunaan komputer, di mana semakin banyak data dapat disimpan serta diolah dengan teknologi komputasi yang semakin canggih. Sejalan dengan perkembangan tersebut diciptakan pula banyak algoritma baru yang memanfaatkan perkembangan di berbagai sektor keilmuan.

     Meski demikian, kesulitan utama yang seringkali dihadapi dalam data mining tidaklah sekedar mencari suatu informasi dari banyaknya data yang ada (layaknya mencari jarum dalam jerami), melainkan terutama, dalam membangun suatu "aturan" akan apa yang terjadi sehingga aturan tersebut kemudian dapat digeneralisasikan untuk kasus yang sama dengan data aktual lainnya.

    Berbagai hal dapat digali dari data yang ada. Informasi tersebut diolah untuk memahami serta memprediksi apa yang akan terjadi di masa mendatang. Dalam data mining umumnya dilakukan proses klasifikasi pengelompokan, pengasosiasian, serta pencarian pola-pola yang terjadi secara berurutan.

    Data mining telah berkembang di berbagai sektor bisnis, seperti ritel perbankan, asuransi, dan telekomunikasi. Data mining juga telah diaplikasikan di sektor publik, seperti dalam proses identifikasi potensi terjadinya bencana, dan dalam bidang keamanan untuk mendeteksi kejahatan atau penipuan.

    Aplikasi data mining lainnya dapat ditemui dalam industri manufaktur, seperti untuk perencanaan produksi dan perawatan mesin, dalam manajemen rantai pasok, bahkan dalam bidang astronomi, bioinformatika, dan olah raga.

Bagaimana perkembangan data mining dalam industri ritel?

    Manfaat data mining dalam industri ritel, misalnya, antara lain adalah untuk memahami perilaku pelanggan dalam pembelian produk, serta memprediksi bagaimana respon pelanggan jika mendapatkan promosi tertentu.

    Industri ritel adalah salah satu penerima manfaat terbesar data mining. Industri ini merupakan pengguna awal yang terus mendapatkan manfaat dari data mining. Data yang berasal dari Point of Sales (POS), misalnya, digunakan untuk mengetahui produk apa yang laku terjual, terjual secara bersama-sama dengan produk apa saja, dan kapan penjualan tersebut terjadi.

    Dengan mengetahui hal-hal tersebut, apalagi jika ditambah dengan informasi demografis pelanggan, dapat dilakukan promosi produk yang tepat kepada pelanggan dengan perilaku pembelian yang berbeda. Selain itu, dapat pula diketahui tren yang ada serta kapan sebaiknya promosi dilakukan.

"Peritel berusaha meningkatkan keterikatan pelanggan dari sekadar sebagai pembeli biasa hingga menjadi pelanggan setia dengan loyalitas jangka panjang. Mereka bertindak layaknya konsultan belanja bagi para pelanggannya."

    Banyak peritel maju, baik peritel on-line maupun konvensional (physical Stores) telah mengaplikasikan data mining Mereka menggunakannya terutama untuk melakukan Market Basket Analysis, dengan tujuan untuk mengetahui produk apa saja yang dibeli secara bersamaan dengan produk lainnya, atau pun produk apa yang kemungkinan besar akan dibeli Selain itu, dengan menggunakan hasil-hasil yang didapat dari Market Basket Analysis, peritel pun dapat mengatur lay-out tokonya serta menentukan promosi yang tepat bagi pelanggan sesuai dengan karaketristik mereka.

    Sementara, peritel online menggunakannya untuk mengetahui pola belanja pelanggan. Dengan mengetahui halaman apa saja yang dikunjungi di suatu situs web, serta produk yang dilihat atau dibelinya, dapat diketahui produk atau promosi yang sebaiknya ditawarkan.

    Peritel physical stores pun tidak hanya berdiam diri. Mereka tetap mengedepankan pengalaman berbelanja serta keleluasaan pelanggan dalam memilih produk dengan melihat dan merasakan langsung produk yang diinginkan. Mereka berusaha meningkatkan keterikatan pelanggan dari sekadar sebagai pembeli biasa hingga menjadi pelanggan setia dengan loyalitas jangka panjang. Mereka bertindak layaknya konsultan belanja bagi para pelanggannya.

    Peritel juga dapat melakukan terobosan inovatif dengan menerapkan pengembangan aplikasi teknologi yang ada, misalnya untuk mengetahui produk yang diminati pelanggan berdasarkan data yang diperoleh dari RFID atau QR/barcodes produk. Data tersebut dapat digunakan untuk mengetahui rute perjalanan" pelanggan. Peritel kemudian dapat menginformasikan produk atau memberikan penawaran atau diskon khusus kepada pelanggan tersebut. Lebih jauh, melalui member id, peritel dapat mencocokkan data pelanggan dengan produk yang ingin atau telah dibeli sebelumnya, sehingga dapat memberikan penawaran/diskon produk secara tepat.

    Industri ritel pun dapat memanfaatkan data mining untuk mendapatkan solusi terhadap berbagai permasalahan dalam Supply Chain Management (SCM), baik dalam hal prediksi permintaan maupun perencanaan persediaan, dengan memperhitungkan berbagai faktor yang ada. Sebagai contoh, Robinsons Group berhasil memperbaiki perencanaan stok dan persediaannya melalui klasifikasi baru pelanggan yang dilakukan berdasarkan permintaan. Dengan perencanaan produksi dan persediaan yang baik, pemenuhan permintaan pelanggan dapat dilakukan dengan service levels yang tinggi.

     Intinya, kepuasan pelanggan dapat ditingkatkan melalui teknologi dengan menggunakan analisis data mining, asalkan dilakukan secara benar Hasilnya jelas, peningkatan profit.

writed by : Edy Wijaya | Data Scientist PT. Upright Decision

Definisi Gudang

Mengenal Lebih Dalam Pergudangan

gudang / warehouse

Apa Itu Gudang?

Gudang adalah sebuah ruangan yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam barang. Setiap jenis bangunan bisa saja memiliki gudang, misalnya saja gudang pada bangunan pabrik, toko, dan bahkan rumah tinggal.Karena digunakan untuk menyimpan berbagai macam barang, biasanya gudang berpotensi untuk menyimpan debu.Karena itu, peletakan gudang perlu diperhatikan agar tidak mengganggu aktivitas lain dalam bangunan tersebut.
warehouse / gudang / pergudangan
Gudang sebaiknya terletak di lokasi yang tidak lembap agar barang-barang kita tak gampang rusak. Asal tidak lembap, gudang bisa diletakkan di mana saja. Agar tak menghabiskan lahan pada rumah tinggal, gudang bisa diletakkan di bawah tangga atau di loteng. Biasanya gudang ini mencakup banyak sekali barang dan jenis-jenis lain.

Pergudangan / Warehouse

Warehouse atau pergudangan berfungsi menyimpan barang untuk produksi atau hasil produksi dalam jumlah dan rentang waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan. Kendala yang dihadapi dalam pengelolaanwarehouse adalah akurasi pergerakan barang dan menghitung rentang waktu barang disimpan. Dibutuhkan kontrol aktivitas pergerakan barang dan dokumen untuk meningkatkan efisiensi penggunaan warehouse agar jumlah dan rentang waktu barang disimpan dalam nilai minimum atau sesuai perencanaan.

warehouse / gudang / pergudangan

Warehouse Management System

Warehouse Management System yang didukung teknologi informasi untuk membantu pengawasan pergerakan barang masuk, pergerakan dalam warehouse dan barang keluar. Pengawasan dengan menggunakan sistem, memberikan kemudahan pengelolaan dan nilai tambah warehouse, yaitu:
  1. Memudahkan pengelola warehouse memberikan informasi ketersediaan suatu barang kepada bagian perencanaan produksi atau pengiriman agar ketersediaan barang tetap pada tingkat yang aman
  2. Penempatan barang yang ditentukan oleh sistem sehingga memudahkan penyimpanan, pengambilan dan perhitungan stok
  3. Mengurangi lead time dari aktivitas penyimpanan barang dan pengiriman barang
  4. Ketersediaan beragam informasi mengenai level barang dan utilitas warehouse memudahkan analisis untuk menyusun strategi penggunaan warehouse yang lebih efisien

Komponen Gudang

Komponen Gudang adalah bagian - bagian gudang yang menjadi pondasi utama gudang agar menjadi gudang yang utuh serta dapat menjadi tempat penyimpanan barang yang efektif dan berfungsi dengan baik. 

Merencanakan Tata Ruang Suatu Gudang

Hal utama yang harus diperhatikan ketika kita membuat atau merencanakan penggunaan ruang untuk suatu gudang adalah tempat penyimpanan barang serta area untuk penerimaan barang, pemilihan barang dan pengiriman barang.
Kita juga harus memperhatikan beberapa kegiatan pergudangan yang membutuhkan tempat atau ruang dalam gudang, antara lain:
  • Tempat pemeliharaan peralatan.
  • Tempat parkir.
  • Tempat untuk menyimpan barang-barang yang rusak atau barang yang harus dikembalikan atau untuk karantina dan sebagainya.
  • Tempat istirahat untuk para pekerja.
  • Tempat untuk pencatatan atau ruang administrasi.
  • Toilet dan sebagainya.
Berikut adalah beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam membuat perencanaan tersebut, yaitu:
1. Ukuran tempat penyimpanan barang. Ada tiga faktor yang harus diperhatikan, yaitu:
  • Tempat yang akan dipakai untuk penyimpanan barang dan peralatan.
  • Lorong atau gang antar barang, untuk akses langsung ke barang.
  • Jarak dinding ke barang.
Ruang yang akan dipakai untuk menyimpan barang dan peralatan akan ditentukan oleh karakteristik produk dan volume dari barang atau peralatan tersebut. Untuk barang yang memakai palet, dimensi palet akan menjadi faktor dasar untuk pengukuran ketika barang disimpan di atas palet. Jika barang yang disimpan lebih besar dimensinya dari pada dimensi palet maka perhitungan ruang akan memakai dimensi barang tersebut. Lebar gang tergantung pada peralatan yang digunakan dalam area penyimpanan dan metode operasi yang digunakan, manual atau menggunakan peralatan penanganan. Jika peralatan penanganan akan digunakan, lingkaran berputar dari peralatan yang digunakan untuk mengakses barang harus diperhitungkan.

2. Ukuran area penerimaan barang. Tidak ada formula spesifik untuk perencanaan area ini. Jenis dan ukuran kendaraan yang membawa barang akan menentukan apakah diperlukan tempat khusus yang memungkinkan kendaraan tersebut dapat masuk ke dalam gudang untuk melakukan proses pembongkaran atau diperlukan tempat khusus untuk pembongkaran di luar gudang. Kondisi ini akan sangat mempengaruhi besarnya ruang yang diperlukan. Tempat untuk melakukan pemilahan, kontrol kualitas dan persiapan penyusunan juga harus diperhitungkan berdasarkan jumlah barang yang akan diterima/dikirim atau yang harus ditangani setiap hari. Area khusus juga harus diperhitungkan jika ada barang yang harus diperiksa dan disimpan beberapa saat di tempat khusus itu sebelum hasil pemeriksaan keluar dan membolehkan barang tersebut disimpan atau disusun dengan barang yang lain. Peralatan yang dibutuhkan untuk penanganan barang ditentukan oleh karakteristik produk dan karakteristik beban per unit. Ukuran dari area penerimaan barang juga akan dipengaruhi oleh metode kerja terkait. Jika barang yang dibongkar dapat dipindahkan langsung ke penyimpanan maka daerah yang diperlukan tidak terlalu besar / lebih kecil daripada jika barang harus disimpan dulu di daerah penerimaan sebelum ke penyimpanan. Juga ada kemungkinan lain yaitu menggunakan ruang yang sama untuk proses pemuatan barang dari gudang. Keuntungan dari penataan  ini adalah fleksibilitas yang lebih besar dalam penggunaan orang dan peralatan serta pengurangan jumlah ruang yang dibutuhkan di gudang. Namun ada juga kelemahannya yaitu meningkatnya resiko kemacetan jika kegiatan bongkar muat harus mengambil tempat pada saat yang sama.

3. Ukuran area pengiriman barang. Tidak ada formula spesifik untuk perencanaan area pengiriman ini. Hampir sama dengan area penerimaan barang, jenis dan ukuran kendaraan yang akan mengangkut barang akan menentukan apakah diperlukan tempat khusus yang memungkinkan kendaraan tersebut dapat masuk ke dalam gudang untuk melakukan proses pemuatan barang atau diperlukan tempat khusus untuk pemuatan barang di luar gudang. Area khusus juga harus diperhitungkan jika ada barang yang harus diperiksa terlebih dahulu sebelum dimuat ke kendaraan pengangkut. Peralatan yang dibutuhkan untuk penanganan barang ditentukan oleh karakteristik produk dan karakteristik beban per unit. Jika barang yang akan dikirim dapat langsung dimuat ke dalam kendaraan pengangkut maka daerah yang diperlukan tidak terlalu besar / lebih kecil daripada jika barang tersebut harus disimpan terlebih dahulu di daerah pengiriman sebelum diangkut ke kendaraan.

4. Ukuran area pemilihan / pemilahan / sortir barang. Jika barang yang akan diterima harus dipilah atau disortir terlebih dahulu sebelum disimpan maka area pemilahan ini dimasukkan ke dalam perhitungan kebutuhan area. Jumlah barang yang akan dipilah akan menentukan luas daerah yang diperlukan. Selain itu metoda yang akan dipakai untuk proses pemilahan juga akan menentukan luas area yang diperlukan. Termasuk jika diperlukan proses jahit menjahit atau pergantian kemasan barang, maka diperlukan area khusus untuk kegiatan ini.

5. Aliran barang serta tata letak dalam gudang. Hal-hal yang harus dipertimbangkan adalah:
  • Tata letak ruang untuk semua kegiatan.
  • Lokasi fisik barang di area penyimpanan (massal).
  • Bagaimana barang akan mengalir ke dalam dan keluar dari fasilitas gudang.
Tujuan mendefinisikan aliran dan tata letak dalam fasilitas gudang adalah untuk mengoptimalkan efisiensi arus barang melalui operasi atau kegiatan yang berbeda.
Tahapan pergerakan barang di dalam gudang sebagai berikut:
  • Penerimaan barang dan rotasi barang tersebut.
  • Penyimpanan barang.
  • Pergerakan barang dari tempat penyimpanan ke area pemilahan.
  • Pemilihan barang termasuk pengepakan atau perakitan ulang.
  • Pengeluaran atau pengiriman barang.
Sebisa mungkin pergerakan barang harus mencapai gerakan berkelanjutan melalui suatu proses dan meminimalkan jarak perjalanan dari satu tahap ke tahap berikutnya. Ada dua pilihan tata ruang yang biasanya dipakai, yaitu “through-flow” dan “u-flow”.
Keuntungan memakai u-flow:

Definisi Gudang | U-Flow

  • Karena daerah penerimaan dan pengiriman berdampingan, ruangan dapat digunakan secara fleksibel, terutama jika kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada waktu yang berbeda pada hari kerja. Hal ini dapat menghemat ruang secara keseluruhan.
  • Demikian pula, personil dan peralatan dapat digunakan dengan cara yang fleksibel, mengurangi kebutuhan untuk sumber daya secara keseluruhan.
  • Karena akses utama ke gedung hanya satu tempat, maka keamanan lebih mudah untuk dikelolah.
  • Tempat untuk area penyimpanan bisa lebih besar atau banyak.
Bentuk dari through-flow seperti di bawah ini:

Definisi Gudang | Through Flow


Sumber :
  1. http://bit.ly/2ascGv8 | Gudang
  2. http://bit.ly/2ascV9G | Pergudangan
  3. http://bit.ly/2a5Hr8R | Merancang Tata Letak Gudang





Standar Keamanan dan Keselamatan Rak






standar rak OSHA membutuhkan barang yang akan ditumpuk dengan aman.
standar rak OSHA membutuhkan barang yang akan ditumpuk dengan aman.

Isu-isu Keselamatan dan Kesehatan Administrasi rak standar untuk mengurangi kecelakaan di tempat kerja. Standar-standar ini mencakup penempatan rak, metode yang tepat susun item dan bagaimana untuk mengeluarkan benda aman dari rak. Penyidik ​​dari salah satu dari lebih dari 200 kantor lapangan OSHA dapat mengunjungi perusahaan setiap saat untuk melakukan inspeksi mendadak dari kondisi kerja karyawan.

SANGAT PENTING

Menurut OSHA (Occupational Safety and Health Administration)*, tingkat kematian di tempat kerja bagi karyawan gudang adalah yang tertinggi untuk industri apapun di AS Banyak dari cedera ini berasal dari benda yang jatuh dari rak dan memukul karyawan bawah. Risiko cedera fatal juga tinggi dalam industri gudang. Mencapai canggung untuk menghapus item dari rak dapat menyebabkan strain bahu, cedera punggung dan cedera berulang-gerak lainnya.

Menempatkan Item

standar OSHA mendorong perusahaan untuk menginstal rak pada ketinggian menengah untuk mencegah karyawan dari mencapai terlalu tinggi atau terlalu rendah. Bahan harus ditumpuk di rak di lurus, bahkan garis yang tidak akan jatuh sebagai pelanggan atau karyawan menghapus item. Tempatkan item terberat di rak bawah untuk mencegah rak terbalik. Stack item cahaya di rak tertinggi untuk mengurangi risiko cedera saat mencapai hingga menghapusnya. Menjaga barang-barang berat di dekat bagian bawah juga mengurangi kerusakan yang disebabkan jika barang yang terlempar dari rak-rak atas.

Menghapus Item

perusahaan harus menawarkan pekerjanya sebuah tangga kokoh dengan langkah-langkah datar dan berengsel kembali. Hal ini memungkinkan karyawan untuk menghapus item dari rak-rak yang tinggi tanpa mencapai di atas kepalanya dan menempatkan dirinya dalam posisi yang berbahaya. Perusahaan juga harus menyediakan tangga yang lebih tinggi dari salah satu item di rak-rak. Pekerja tidak boleh dipaksa untuk berdiri di anak tangga puncak tangga untuk mencapai rak.

Rekomendasi industri-Spesifik

rak-rak toko kelontong harus dilengkapi dengan partisi pegas yang mendorong sisa item ke depan ketika seorang pelanggan menghilangkan sesuatu dari depan rak. Hal ini mengurangi lengan dan ketegangan kembali ketika meraih item ke arah belakang rak. Toko harus menyediakan bangku atau bantalan lutut untuk mengurangi ketegangan lutut ketika berlutut untuk saham rak rendah untuk waktu lama. Karyawan yang bekerja dengan pipa, tiang atau benda silinder lainnya harus menempatkan penghalang di rak-rak untuk mencegah mereka bergerak di sekitar di rak atau bergulir ke lantai.
*badan audit standar keselamatan dan keamanan gudang di Amerika

oleh Denise Sullivan, studioD sumber : http://smallbusiness.chron.com/osha-standards-shelving-42581.html

18.38.00
gambar rak buku
Rak Buku Perpustakaan / Rak Toko Buku adalah rak yang digunakan untuk menyimpan / mendisplay buku maupun arsip-arsip penting. Sangat cocok digunakan di perpustakaan, toko buku, rumah dan kantor.




DESKRIPSI PRODUK :


  • Nama Produk : RAK PERPUSTAKAAN BESI Merk TAFT
  • Bahan : BESI BERKUALITAS
  • Kondisi : BARU
  • Cat : Powder Coating, Warna Cat ABU-ABU
  • Jumlah Shelving : 5 Susun + Stopper (pembatas)
  • Fungsi : Untuk display buku perpustakaan
  • Ukuran : P x L x T: 104 x 30 x 180 cm
  • Susunan bisa ditambahakan
  • Harga : Rp.2.900.000 / unit

gambar rak buku besi

lemari buku besi

rak buku besi

 Area Pemesanan Meliputi Di Seluruh Wilayah Indonesia, Termasuk :
Lamongan, Lumajang, Lembang, Madiun, Magelang, Magetan, Majalengka, Malang, Mojokerto, Mojosari, Mungkid, Ngamprah, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pandeglang,Pare,Pati, Pasuruan

10.03.00
Rak Toko BukuRak yang dipakai pada contoh gambar di bawah ini, adalah salah satu rak yang biasa kami pasarkan untuk rak minimarket, tepatnya adalah rak spesifikasi alfamaret. Rak ini berbahan besi, ukuran hambalannya nya sangat pas untuk buku-buku. Namun demikian, banyak sekali perpustakaan dan toko buku yang memakai rak jenis ini untuk rak buku, termasuk juga di ruang kerja, ruang keluarga, atau ruang baca seperti di gambar ini.

Rak Buku Besi

Rak buku Perpustakaan




Spesifikasi umum :

Kondisi 100% BARU dan BERKUALITAS
Bahan    : Besi
Warna    : Full Putih dan Optional
Cat        : Powder Coating (Tahan Lama)
Produk Lokal

Ukuran Shelving/ambalan :

Ukuran shelving/ambalan : Panjang 90 cm, Lebar 35 cm
Ukuran shelving/ambalan dasar : Panjang 90 cm, Lebar 40 cm

Jenis dan ukuran rak :

1. Rak Gondola Single (Wall)

Rak gondola minimarket single adalah rak gondola yang hanya memiliki satu sisi. Rak ini biasanya diletakkan di depan tembok atau di pinggir tembok toko/minimarket.
Ukuran :
  • Panjang 90 cm, Lebar 40 cm, Tinggi 170 cm, 1 + 4 Shelving (ambalan)
Susunan shelving/ambalan bisa ditambahkan hingga 8 susunan

2. Rak Gondola Double (Island)

Rak gondola minimarket double adalah rak gondola yang memiliki dua sisi. Rak ini biasanya diletakkan di tengah ruangan toko/minimarket
Ukuran :
  • Panjang 90 cm, Lebar 80 cm, Tinggi 150 cm, 2 + 6 Shelving (ambalan)
Susunan shelving/ambalan bisa ditambahkan hingga 7 susunan

3. Rak Gondola End (Tutup)

Rak gondola minimarket end adalah rak gondola yang hanya memiliki satu sisi. Rak ini sama seperti rak gondola single, namun penggunaan diletakkan di ujung depan dan belakang dari 1 baris rak gondola double.
Ukuran :
  • Panjang 80 cm, Lebar 40 cm, Tinggi 150 cm, 1 + 3 Shelving (ambalan)
Susunan shelving/ambalan bisa ditambahkan hingga 7 susunan

Area Pemesanan Meliputi Di Seluruh Wilayah Indonesia, Termasuk : 
Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jember, Jepara, Jombang, Kajen, Karanganyar, Kebumen, Kediri, Kendal, Kepanjen,Klaten, Kraksaan,Kudus,Kuningan

Produk Rak Minimarket

[Rak Minimarket][carousel1][#e74c3c]

Rak Gudang Harga Murah

[Rak Gudang][carousel1][#8e44ad]
Diberdayakan oleh Blogger.