Tampilkan postingan dengan label material handling. Tampilkan semua postingan

09.26.00

Jelaskan Macam-macam Alat Material Handling beserta Fungsinya! Berikut Jawabannya...

Jelaskan macam-macam alat material handling beserta fungsinya!? Berikut penjelasannya:  

Material handling equipment (MHE) melibatkan berbagai alat dan mesin yang digunakan untuk memindahkan, mengangkat, menyimpan, dan mengelola material dalam berbagai lingkungan industri. Peralatan ini sangat beragam dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari berbagai jenis material dan proses produksi. Dalam uraian ini, kita akan membahas berbagai macam alat material handling beserta fungsinya untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam. 

Jelaskan Macam-macam Alat Material Handling beserta Fungsinya

Jelaskan Macam-macam Alat Material Handling beserta Fungsinya

1. Forklift

Forklift atau truk angkat adalah salah satu alat material handling yang paling umum digunakan di berbagai industri. Forklift dilengkapi dengan garpu di bagian depannya yang dapat diangkat dan diturunkan untuk mengangkat dan memindahkan material berat.

Fungsi Utama Forklift:

  • Pemindahan dan Pemuatan: Forklift digunakan untuk memindahkan material dari satu tempat ke tempat lain di dalam pabrik atau gudang.
  • Angkutan Palet: Forklift dirancang khusus untuk mengangkat dan memindahkan palet, membuatnya ideal untuk gudang dan pusat distribusi.
  • Pengangkutan Bahan Berat: Forklift dapat digunakan untuk mengangkut dan menempatkan bahan berat seperti batu, logam, atau produk manufaktur.

2. Konveyor

Konveyor adalah sistem transportasi otomatis yang menggunakan sabuk atau rantai untuk memindahkan material dari satu lokasi ke lokasi lain. Konveyor dapat dirancang dalam berbagai bentuk dan ukuran sesuai dengan kebutuhan produksi.

Fungsi Utama Konveyor:

  • Pemindahan Material Massal: Konveyor digunakan untuk memindahkan material dalam jumlah besar secara efisien.
  • Pemindahan Seragam: Membawa material dengan kecepatan dan arah yang seragam, mengurangi risiko kerusakan.
  • Automatisasi Jalur Produksi: Diterapkan dalam produksi untuk menghubungkan berbagai stasiun kerja dan memindahkan produk dari satu tahap produksi ke tahap berikutnya.

3. Pallet Jack

Pallet jack, atau hand pallet truck, adalah alat bantu angkut yang dirancang untuk mengangkat dan memindahkan palet. Alat ini menggunakan sistem roda dan tuas untuk memudahkan penggunaan manual.

Fungsi Utama Pallet Jack:

  • Pemuatan dan Pemindahan Palet: Pallet jack digunakan untuk mengangkat dan memindahkan palet dengan beban yang tidak terlalu berat.
  • Pemindahan Barang di Gudang: Ideal untuk aktivitas gudang dan distribusi dengan pemindahan material yang lebih ringan.

4. Automated Guided Vehicle (AGV)

AGV adalah kendaraan otomatis yang bergerak tanpa pengemudi manusia. Dilengkapi dengan teknologi navigasi seperti sensor atau pemantauan laser, AGV digunakan untuk transportasi otomatis material di dalam pabrik atau gudang.

Fungsi Utama AGV:

  • Pemindahan Material Otonom: AGV dapat memindahkan material dari satu lokasi ke lokasi lain tanpa bantuan manusia.
  • Optimasi Pelayanan dan Distribusi: Meningkatkan efisiensi dan kecepatan dalam pemindahan material di fasilitas distribusi.

5. Crane:

Crane adalah mesin angkat yang menggunakan kabel atau rantai untuk mengangkat dan memindahkan material berat. Terdapat berbagai jenis crane, termasuk overhead crane, gantry crane, dan jib crane, yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi.

Fungsi Utama Crane:

  • Angkutan Bahan Berat: Crane digunakan untuk mengangkat dan memindahkan material berat di pabrik atau fasilitas konstruksi.
  • Pemuatan dan Pembongkaran: Diterapkan di pelabuhan untuk memuat dan membongkar kontainer dari kapal atau truk.

6. Automated Storage and Retrieval System (AS/RS)

AS/RS adalah sistem penyimpanan otomatis yang menggunakan perangkat lunak dan peralatan mekanis untuk mengambil dan menyimpan barang secara otomatis dalam gudang atau fasilitas penyimpanan.

Fungsi Utama AS/RS:

  • Optimasi Penyimpanan: Menyimpan barang dengan efisien dan memaksimalkan penggunaan ruang penyimpanan.
  • Pemulihan Barang Secara Otomatis: Memungkinkan sistem otomatis untuk mengambil dan mengirimkan barang sesuai permintaan.

7. Robot Industri:

Robot industri adalah mesin otomatis yang dapat diprogram untuk melakukan berbagai tugas dalam proses produksi atau penanganan material. Robot ini dapat dirancang untuk berbagai tugas, termasuk pengangkutan dan penempatan barang.

Fungsi Utama Robot Industri:

  • Automatisasi Jalur Produksi: Menggantikan pekerjaan manusia dalam tugas-tugas repetitif dan berulang di jalur produksi.
  • Pengangkutan Material Otomatis: Robot dapat digunakan untuk mengangkat dan memindahkan barang atau material di fasilitas produksi.

8. Rak Penyimpanan Otomatis

Rak penyimpanan otomatis menggunakan perangkat mekanis atau otomatis untuk mengambil dan menyimpan barang di dalam gudang. Sistem ini sering kali terintegrasi dengan AS/RS.

Fungsi Utama Rak Penyimpanan Otomatis:

  • Optimasi Ruang Penyimpanan: Sistem otomatis yang memungkinkan penyimpanan barang dengan tingkat kepadatan tinggi.
  • Pemulihan Barang Otomatis: Mengoptimalkan proses pengambilan barang dari gudang.

9. Alat Bantu Pengangkatan (Lift Table)

Lift table adalah meja yang dapat diangkat dan diturunkan, digunakan untuk membantu pekerja dalam mengangkat atau menurunkan barang dengan ergonomis.

Fungsi Utama Lift Table:

  • Pemindahan Barang Berat: Membantu pekerja dalam mengangkat dan menurunkan barang atau material berat.
  • Pengaturan Ketinggian Ergonomis: Meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pekerja dengan menyediakan platform yang dapat diatur.

10. Barrow (Wheelbarrow)

Barrow adalah alat sederhana yang digunakan untuk memindahkan material dalam jumlah kecil. Terdiri dari wadah dan roda, barrow digerakkan oleh seorang operator.

Fungsi Utama Barrow:

  • Pemindahan Material Ringan: Cocok untuk pemindahan material ringan di area konstruksi atau proyek kecil.
  • Pemindahan Material Secara Manual: Dapat digunakan di area yang sulit diakses oleh alat material handling lainnya.

Kesimpulan

Berbagai alat material handling yang telah dibahas memiliki peran krusial dalam mendukung aktivitas operasional di berbagai industri. Dengan menggunakan alat-alat ini, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan penggunaan ruang penyimpanan, dan meningkatkan keselamatan kerja. Pemilihan alat material handling yang tepat tergantung pada kebutuhan spesifik dari setiap lingkungan kerja dan proses produksi. Dengan terus berkembangnya teknologi, dapat diharapkan munculnya inovasi baru dalam desain dan fungsi alat material handling untuk mendukung tuntutan industri yang semakin kompleks.

22.24.00

MATERIAL HANDLING ADALAH

Material handling, atau penanganan material, adalah konsep integral dalam rantai pasokan dan proses manufaktur yang mencakup aktivitas pemindahan, penyimpanan, perlindungan, dan pengendalian material dari satu tempat ke tempat lainnya. Tujuan utama dari material handling adalah meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan keselamatan dalam proses produksi atau distribusi.

MATERIAL HANDLING ADALAH | Pengertian, Fungsi, Jenis, Ruang Lingkup, Manfaat dan Contoh

MATERIAL HANDLING ADALAH | Pengertian, Fungsi, Jenis, Ruang Lingkup, Manfaat dan Contoh

Pengertian Material Handling

Pengertian material handling mencakup segala kegiatan yang terlibat dalam pengelolaan material, baik dalam jumlah besar maupun kecil. Ini melibatkan pergerakan bahan mentah, produk setengah jadi, atau barang jadi dari satu titik ke titik lainnya dalam suatu organisasi. Material handling mencakup perencanaan, implementasi, dan pengawasan sistem untuk memastikan material bergerak dengan efisien di sepanjang rantai pasokan.

MATERIAL HANDLING ADALAH | Pengertian, Fungsi, Jenis, Ruang Lingkup, Manfaat dan Contoh

Fungsi Material Handling

  1. Pemindahan Material:

    • Material handling bertanggung jawab untuk memindahkan material dari satu tempat ke tempat lain. Ini melibatkan aliran material dari pemasok hingga ke pengguna akhir.
  2. Penyimpanan Material:

    • Material handling mencakup penyimpanan material dalam jumlah besar atau kecil. Ini melibatkan pemilihan lokasi penyimpanan yang tepat dan pengaturan material di dalam gudang.
  3. Perlindungan Material:

    • Melibatkan perlindungan material dari kerusakan selama pemindahan, penyimpanan, atau proses produksi. Ini bisa melibatkan penggunaan kemasan yang tepat atau teknologi pelindung lainnya.
  4. Pengendalian Material:

    • Material handling memastikan bahwa material dikendalikan dengan baik selama proses produksi atau distribusi. Ini melibatkan pengawasan terhadap pergerakan material dan pengelolaan inventaris.

    MATERIAL HANDLING ADALAH | Pengertian, Fungsi, Jenis, Ruang Lingkup, Manfaat dan Contoh

Jenis Material Handling

  1. Manual Handling:

    • Melibatkan penggunaan tenaga manusia untuk memindahkan material. Contohnya termasuk pengangkatan manual dan penggunaan alat bantu sederhana.
  2. Mechanized Handling:

    • Menggunakan mesin atau peralatan mekanis untuk memindahkan material. Forklift dan pallet jack adalah contoh peralatan mekanis.
  3. Automated Handling:

    • Terdiri dari sistem otomatis yang dapat memindahkan, mengangkat, atau memproses material tanpa intervensi manusia. Contoh termasuk konveyor otomatis, robot industri, dan sistem penyimpanan otomatis.
  4. Bulk Material Handling:

    • Menangani material dalam jumlah besar atau bentuk tertentu, seperti bubuk, cairan, atau bahan curah. Conveyor sabuk dan sistem penanganan bubuk adalah contohnya.
  5. Unit Load Handling:

    • Mengangkut material dalam satuan muatan tertentu, seperti palet atau kontainer. Forklift dan conveyor pallet adalah contoh dari penanganan muatan unit.

    MATERIAL HANDLING ADALAH | Pengertian, Fungsi, Jenis, Ruang Lingkup, Manfaat dan Contoh

Ruang Lingkup Material Handling

  1. Pemindahan Material:

    • Memindahkan material dari satu lokasi ke lokasi lain dalam pabrik atau gudang.
  2. Penyimpanan Material:

    • Menangani penyimpanan material yang melibatkan pengaturan di gudang atau ruang penyimpanan.
  3. Pemuatan dan Pembongkaran:

    • Melibatkan proses memuat material ke dalam atau dari alat transportasi seperti truk atau kapal.
  4. Pengemasan dan Pengiriman:

    • Menangani pengemasan material untuk pengiriman dan mengkoordinasikan proses pengiriman.
  5. Pemrosesan Pesanan:

    • Melibatkan pengelolaan pesanan pelanggan, pemilihan barang dari stok, dan pengemasan untuk pengiriman.
  6. Identifikasi dan Pelacakan:

    • Menggunakan teknologi seperti barcode atau RFID untuk mengidentifikasi dan melacak material selama perjalanan mereka melalui rantai pasokan.

    MATERIAL HANDLING ADALAH | Pengertian, Fungsi, Jenis, Ruang Lingkup, Manfaat dan Contoh

Manfaat Material Handling

  1. Efisiensi Operasional:

    • Memastikan bahwa material bergerak dengan lancar melalui rantai pasokan, mengurangi waktu dan biaya operasional.
  2. Peningkatan Produktivitas:

    • Mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja dan mesin untuk meningkatkan produktivitas.
  3. Keamanan Kerja:

    • Mengurangi risiko cedera dan kecelakaan dengan menerapkan praktik penanganan material yang aman.
  4. Optimasi Ruang Penyimpanan:

    • Mengoptimalkan penggunaan ruang penyimpanan untuk mengurangi biaya penyimpanan dan memaksimalkan kapasitas gudang.
  5. Akurasi Inventaris:

    • Meningkatkan akurasi inventaris untuk menghindari kekurangan atau kelebihan persediaan.

    MATERIAL HANDLING ADALAH | Pengertian, Fungsi, Jenis, Ruang Lingkup, Manfaat dan Contoh

Contoh Aplikasi Material Handling

  1. Gudang Distribusi:

    • Forklift digunakan untuk memindahkan dan memuat barang di dalam gudang distribusi.
    • Conveyor otomatis memindahkan paket dari satu stasiun ke stasiun lainnya.
  2. Pabrik Manufaktur:

    • Robot industri membantu dalam merakit komponen otomotif.
    • Crane digunakan untuk mengangkat dan memindahkan bahan berat di pabrik.
  3. E-commerce:

    • Sistem pick-to-light membantu pekerja dalam memilih barang dari stok.
    • Automated Guided Vehicles (AGV) mengantarkan barang dari gudang ke zona pengiriman.
  4. Pertanian:

    • Traktor digunakan untuk memindahkan bahan-bahan pertanian di lahan.
    • Conveyor digunakan untuk mengangkut hasil panen dari satu tempat ke tempat lain.
  5. Pabrik Pengolahan Makanan:

    • Conveyor digunakan untuk memindahkan bahan-bahan makanan selama proses produksi.
    • Automated storage and retrieval system (AS/RS) digunakan untuk menyimpan dan mengambil produk jadi.

MATERIAL HANDLING ADALAH | Pengertian, Fungsi, Jenis, Ruang Lingkup, Manfaat dan Contoh

Material handling memiliki peran krusial dalam meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan kerja di berbagai industri. Dengan menerapkan teknologi dan praktik terbaik dalam penanganan material, perusahaan dapat mengoptimalkan rantai pasokan mereka, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan produktivitas. Pemahaman mendalam tentang konsep, fungsi, jenis, dan manfaat material handling menjadi penting dalam merancang sistem yang efisien dan responsif terhadap tuntutan pasar yang terus berkembang.

apa itu Material Handling ?


apa itu Material Handling ?


           Pemindahan bahan atau material handling merupakan istilah terjemahan dari material handling
adalah suatu aktivitas yang sangat penting dalam kegiatan produksi dan memiliki kaitan erat dengan perencanaan tata letak fasilitas produksi (Wignjosoebroto, 2000).

      Material Handling Planning Sheet (MHPS) merupakan suatu tabel yang digunakan untuk menghitung biaya penanganan bahan. Disini dilakukan minimasi biaya penanganan bahan tetapi dengan tidak mengabaikan prinsip-prinsip pemindahan bahan, prinsip-prinsip tersebut adalah seluruh aktivitas pemindahan harus direncanakan, mengoptimasi aliran bahan dengan merencanakan sebuah urutan operasi dan pengaturan peralatan, mengurang mengkombinasi dan menghilangkan pergerakan atau peralatan yang tidak diperlukan, memanfaatkan prinsip gravitasi bagi pergerakan bahan jika memungkinkan, meningkatkan jumlah, ukuran dan berat muatan yang dipindahkan, menggunakan peralatan pemindahan yang mekanis dan otomatis, mengurangi waktu non produktif dari peralatan dan tenaga kerja (Apple 1990).

     Material Handling adalah salah satu jenis transportasi (pengangkutan) yang dilakukan dalam perusahaan industri, yang artinya memindahkan bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi dari tempat asal ketempat tujuan yang telah ditetapkan. Pemindahan material dalam hal ini adalah bagaimana cara yang terbaik untuk memindahkan material dari satu tempat proses produksi ketempat proses produksi yang lain. Pada dasarnya kegiatan material handling adalah kegiatan tidak produktif, karena pada kegiatan ini bahan tidaklah mendapat perubahan bentuk atau perubahan nilai, sehingga sebenarnya akan mengurangi kegiatan yang tidak efektif dan mencari ongkos material handling terkecil. Menghilangkan transportasi tidaklah mungkin dilakukan, maka caranya adalah dengan melakukan hand-off, yaitu menekan jumlah ongkos yang digunakan untuk biaya transportasi. Menekan jumlah ongkos transportasi dapat dilakukan dengan cara: menghapus langkah transportasi, mekanisasi atau meminimasi jarak (Unikom, 2011).

     Berikut ada beberapa istilah yang umumnya dijumpai dalam pembahasan mengenai material handling (Mercubuana, 2010). Transport, adalah pemindahan bahan dalam satuan berat (unit load) atau continers melalui suatu lintasan yang jaraknya lebih dari 5 feet atau sekitar 1,5 meter. Transper, adalah pemindahan bahan melalui lintasan yang jaraknya kurang dari 5 feet atau sekitar 1,5 meter. Bulk Material, yaitu baha material yang dalam pemindahan tidak memerlukan bag, barrel, bottle, drum, dan lain-lain. Unit load, manunjukan sejumlah packaged unit tertentu yang bisa di muat dalam skid box, pallets, dan lan-lain. Rehandle, adalah aktivitas penurunan muatan yang ada dalam pallets, box, skid, dan lain-lain (Mercubuana, 2010).

     Pemindahan barang adalah bagian dari sistem industri yang memberi pengaruh tentang hubungan dan kondisi fisik dari bahan atau material produk terhadap proses produksi tanpa adanya perubahan-perubahan akan kondisi atau bentuk material produk itu sendiri. Prinsip didalam menetapkan sistem pemindahan bahan yang optimal adalah konsep “the best handling is no handling at all”. Material handling adalah aliran bahwa yang harus direncanakan dengan secermat-cermatnya sehingga material akan bisa dipindahkan pada saat dan menuju lokasi yang tepat (Binus, 2004).


Kegunaan Material Handling


     Dalam merancang tata letak pabrik, maka aktivitas pemindahan bahan (material handling) merupakan salah satu faktor yang cukup penting untuk diperhatikan dan diperhitungkan. Aktivitas pemindahan tersebut dapat ditentukan dengan terlebih dahulu memperhatikan aliran bahan yang terjadi dalam suatu operasi. Selanjutnya hal yang harus diperhatikan adalah tipe layout yang akan digunakan. Ongkos material handling adalah ongkos yang dikeluarkan untuk melakukan pemindahan material dari satu departemen menuju departemen yang lain untuk dilakukannya proses produksi selanjutnya. Tujuan ongkos material handling adalah menjaga atau mengembangkan kualitas produk, mengurangi kerusakan dan memberikan perlindungan terhadap material (Mercubuana, 2010).

     Kebutuhan-kebutuhan tersebut meliputi Menghemat penggunaan luas lantai. Mengurangi beban manusia dan kecelakaan. Meningkatkan semangat kerja. Mengurangi biaya handling atau penanganan. Mengurangi biaya overhead. Mengurangi biaya produksi (Mercubuana, 2010).

      Kegunaan luas lantai adalah saat digunakan dalam membantu untuk perhitungan Ongkos Material Handling antar departemen, sesuai dengan luas lantai hasil perhitungan. Beberapa aktivitas pemindahan bahan yang perlu diperhitungkan adalah sebagai berikut. Pemindahan bahan dari gudang bahan baku (receiving) menuju departemen fabrikasi maupun departemen assembling. Pemindahan bahan yang terjadi dari satu departemen menuju departemen yang lainnya. Pemindahan bahan dari departemen assembling menuju gudang bahan jadi (shipping). Alat angkut yang dipergunakan (Binus, 2004).


Peralatan Material Handling


      Peralatan material handling yang biasanya dipergunakan dalam suatu perusahaan pabrik dapat dibedakan atas sebagai berikut: Fixed path equipment yaitu peralatan material handling yang sudah tetap (fixed) digunakan suatu proses produksi,dan dapat digunakan untuk maksud-maksud lain. Sifat-sifat dari fixed path equipment  ialah: biasanya tergantung atau ditentukan oleh proses produksi. Sifatnya sudah tetap (fixed) tidak fleksibel, karena hanya digunakan untuk mengangkut barang-barang atau bahan-bahan secara terus-menerus dan tidak dapat digunakan untuk maksud yang lain. Mesin-mesin atau peralatan ini biasanya menggunakan kekuatan tenaga listrik. Contoh fixed path equipment adalah: ban berjalan (conveyor), ada yang diletakkan di atas ruang dan ada di lantai, derek (cranes), lift (elevator), kereta api (Unikom, 2011).

Varied Path Equipment, yaitu peralatan material handling yang sifatnya fleksibel dapat dipergunakan untuk bermacam-macam tujuan dan tidak khusus untuk mengangkut atau memindahkan bahan-bahan/barang-barang tertentu. Sifat-sifat dari varied ialah: biasanya tidak tergantung dari proses produksi. Dapat dipergunakan bermacam-macam operasi. Mesin-mesin atau peralatan semacam ini biasanya digunakan dengan kekuatan tenaga manusia atau tenaga mesin (motor). Contoh dari varied path equipment adalah bermacam-macam truk, forktruck atau forklift, kereta dorong (Mercubuana, 2010).

      Pemilihan jenis alat angkut didasari terhadap besar beban material yang harus dipindahkan, dimana jenis alat angkut yang dipergunakan bergantung pada spesifikasi alat angkut dalam melakukan operasinya. Beberapa alat-alat angkut yang biasa dipergunakan adalah: Alat angkut dengan menggunakan tenaga manusia kurang dari 20 kg. Alat angkut dengan menggunakan walky pallet (20-50 kg). Alat angkut dengan menggunakan lift truck (di atas 50 kg). Setelah ditentukan alat angkut yang akan digunakan, maka selanjutnya dapat ditentukan ongkos alat angkut berdasarkan jarak tempuh (meter gerakan). Seperti telah dikatakan bahan plant lay out dan material handling seharusnya berjalan bersamaan. Oleh karena itu plant lay out yang dibuat haruslah mencerminkan banyaknya kebutuhan atas kegiatan material handling dari suatu tingkat proses ke tingkat proses berikutnya (Mercubuana, 2010).

      Faktor-faktor material handling yang perlu dipertimbangkan dalam plant lay out yang baru ialah disediakannya gang-gang kecil atau ruang gerak (aisles) yang cukup lebar untuk menempatkan dengan aman jenis-jenis peralatan yang mekanis, dan dapat menampung muatan yang terbesar yang dihadapkan serta cukup bagi tempat bergerak orang-orang yang berjalan sejajar. Menyediakan tempat atau ruangan yang cukup untuk berjalannya pekerjaan, sehingga dapat dihindarinya rehandling sebelum pengolahan dilakukan. Menyimpan barang agar supaya barang tersebut tetap dalam keadaan yang baik untuk dikerjakan. Jangan sekali-kali meletakkan bahan-bahan lepas di atas lantai, kecuali bila tidak dapat dihindarkan sama sekali, karena hal ini membutuhkan pekerjaan dengan tangan untuk mengangkut dan membongkar bahan-bahan tersebut setiap kali dipindahkan (Mercubuana, 2010).

       Meniadakan kamar-kamar penyimpanan yang terpencil dan dipagari di mana mungkin, kecuali kalau: bahan-bahan harus disimpan secara teliti sekali, bahan-bahan mudah hilang, rusak atau dicuri, bahan-bahan tidak segera dapat diperoleh, karena waktu pengiriman bahan-bahan tersebut lama. Kamar penyimpanan yang dipagari membutuhkan sistem pemindahan yang khusus baik untuk penerimaan maupun pengeluaran barang, dan biasanya administrasinya khusus pula. Mengadakan suatu sistem pemindahan barnag-barang sisa atau scrap dari bahan-bahan bekas yang dibuang. Merencanakan pos-pos pengawasan sebagai suatu bagian dari arus pekerjaan. Menghindarkan semua gerakan yang menyilang (zig-zag yang melalui arus yang berlaku umum (general line of flow). Merencanakan pekerjaan-pekerjaan pengepakan pada akhir aliran atau arus pekerjaan untuk menghindarkan pekerjaan pengepakan dan pengangkutan kembali. Dalam merencanakan tempat-tempat penerimaan dan pengiriman barang, kekuatan lantai harus dibuat sedemikian rupa, sehingga memudahkan masuknya kendaraan pengangkut/pemindah bahan (Mercubuana, 2010).

sumber : http://bit.ly/2aJRiBX | Faried Pradhana

Produk Rak Minimarket

[Rak Minimarket][carousel1][#e74c3c]

Rak Gudang Harga Murah

[Rak Gudang][carousel1][#8e44ad]
Diberdayakan oleh Blogger.