Berapa sering kita kadang menertawakan bahkan meremehkan sebuah ide? Pertama kali Kripik Ma Icih muncul dan dibuat mungkin banyak orang yang tersenyum menertawakan ide tersebut "jualan kripik pedes?" bukannya sudah biasa, dari jaman dulu juga sudah banyak yang jual kripik pedas, dan bahkan mungkin kalo saat itu kita mendengar harga jualnya bisa lebih geleng-geleng kepala lagi kita, yang di warung 1 bungkus cuma 500 - 1 ribu rupiah tiba-tiba di jual belasan ribu "sepertinya kurang masuk akal" mungkin dalam pikiran kita.

Contoh lain, ketika saya ingin berbisnis nasi goreng, banyak sekali yang "mempertanyakan" kalo tidak mencemooh ide bisnis ini, "ga salah bro nasi goreng?", bahkan ada yang mempertanyakan ngapain ajah belasan tahun jadi konsultan brand dan marketing eh malah bisnisnya nasi goreng haha, sebuah ide yang mungkin terlalu sederhana dan "biasa" untuk level seorang brand consultant mungkin menurut beberapa rekan saya tersebut

Ada lagi temen yang komen ketika saya punya ide untuk jual Susu Murni, "lah segitu banyak yang jual susu murni di pinggir jalan bandung dengan harga hanya kisaran 5000-8000 terus mau buka susu murni juga?" "Susah dong bersaingnya sama lagian marginnya juga ga gede-gede amat, di mana sisi prospeknya bro"?. Hehe kalo kita melihat bisnis dari kaca mata awam marketing yah semua ide bisnis pasti sulit ajah "scaleable" dan selalu punya point yang kurang menariknya, apa artinya cuma jual tutup botol dgn untung Rp.5, tapi ceritanya akan lain kalo tutup botol yang dijual quantity nya 1 juta tutup botol per hari, masih mau bilang ga menarik?

Belajar dari banyak kesempatan dan melakukannya sendiri akhirnya saya mengerti mengapa jargon bahwa "Ide itu Mahal" adalah betul adanya, terlepas ide itu terlihat sangat sepeleh atau terkesan sangat luar biasa, pada intinya tetap saja ide itu mahal, asal ... yah tentu ada syaratnya, beberapa hal yang akhirnya membuat sebuah ide itu menjadi sangat mahal.

1. Ada yang bekerja untuk merealisasikannya


Yah ini syarat paling utama sebuah ide akan menjadi sangat mahal, ketika ada yang berkerja dengan ide tersebut dan merealisasikannya menjadi "nilai". Ketika dulu saya punya Ide untuk membuat nasi goreng katakanlah, bertahun-tahun it just an idea colletion, tidak ada nilai karena hanya dibicarakan di share dari seminar ke seminar lainnya, namun ketika saya mulai berkerja dengan ide tersebut, Alhamdullilah jadilah sebuah bisnis yang bisa berkembang sampai saat ini sudah memasuki 9 cabang dalam 6 bulan @nasgormafia

Dulu ketika Bill Gates punya ide untuk membuat spreadsheet (Word, Excell, Powerpoint dll) mungkin sampai hari ini semua itu hanya ide jika Bill Gates tidak berkeja keras dengan ide tersebut untuk direalisasikan dan lebih buruk lagi mungkin malah orang lain yang bekerja dengan ide tersebut dan malah sukses, untungnya Bill gates berkerja dengan ide tersebut dan akhirnya seperti sekarang menjadi sangat sukses dan digunakan seluruh dunia.

Jadi ketika kita memiliki idea, entah itu dibilang orang mainstream atau kreatif gila sekalipun, mulailah bekerja dengan ide tersebut agar bisa direalisasikan, ingat bukan kita saja yang mungkin terpikir ide tersebut, bisa jadi banyak orang juga terpikir dan mereka mulai bekerja dengan ide tersebut sejak SEKARANG.

2. Bangun Differenasiasi 

Ide untuk membuat Gorengan  (jual pisang goreng, tahua goreng, bala-bala) mungkin terlihat terlalu sederhana dan tidak menarik, berapa untungnya? bahkan seorang peserta seminar sempat bertanya "khan udah banyak pak yang buat bisnis gorengan, setiap dipinggir jalan sudah banyak yang jual? Kok idenya ga kreatif?"

Nah coba saya luruskan dulu, apa defini kreatif? Buat saya defini kreatif itu sederhana, karena ini bisnis artinya saya harus bisa mendapatkan profit sebesar-besarnya dan sustain (kontinue), ok kembali ke bisnis gorengan, saya tanya sama Anda "goreng apa yang sudah terkenal di kota Anda yang punya 30 cabang di kota Anda?", percayalah Anda akan sulit menjawab pertanyaan saya ini, sekarang saya lanjutnya, kalo setiap Gerobak Gorengan menghasilkan untuk 50 ribu ajah untuk Anda per hari, yang artinya 50 ribu x 30 gerobak = 1.5 juta per hari kemudian di kali 30 hari, berapa duit yang Anda terima dalam 1 bulan? Yah 45 juta masih berpikir ini kurang kreatif?

Yah dalam bisnis ukuran utama kreativitas bagi saya adalah UNTUNG, kalo punya ide, mau sehebat apapun kalo pada akhirnya tidak mendatangkan untung yang buat apa, namun sebaliknya ide sederhana jual ayam bakar tapi kemudian bisa berkembang seperti ayam bakar Mas Mono dan menghasilkan untuk besar, nah ini baru namanya kreativitas.

3. Cepatlah Realisasikan

Ide Anda bisa bernilai sangat tinggi ketika Anda berkerja, merealisasikan dan berhasil dengan ide tersebut, namun ide itu kemudian tidak akan ada artinya jika tidak atau lambat di realisasikan di mana malah orang lain yang lebih dulu merealisasikan ide tersebut.

Sebagai brand consultant sebelum Ma Icih muncul saya sudah lama terpikir untuk membuat kripik pedas yang di branding dengan massive (Tapi jujur tidak terpikir untuk menggunakan level pedas, dan untuk satu ini yang menciptakan Ma Icih patut di acungin empat jempol), namun ide tersebut tidak pernah saya realisasi karena berbagai kesibukan dan juga akhirnya lupa sampai kemudian Maiich Heboh, saat itu saya hanya bisa berguman "sial padahal udah keidean dari beberapa tahun lalu", yah cuma bisa berguman dan menyesali "kenapa ga gua kerjakan dulu", setidaknya secara brand sudah terkenal bisa langsung ikut trend level pedas, tapi yah sudahlah, itulah kalo cuma OMONG tapi tidak ada REALISASI.

Jadi jika Anda memiliki sebuah ide, cepatlah realisasikan ide tersebut, jika tidak memungkinkan sendiri carilah partner dan bisa masih banyak keraguan carilah mentor untuk lebih mempertajam ide tersebut kemudian menjadikannya sebuah ide yang MAHAL.



sumber : 

Posting Komentar

Rak Minimarket

[Rak Minimarket][carousel1][#e74c3c]

Rak Gudang

[Rak Gudang][carousel1][#8e44ad]

Kontak Kami

Silakan kunjungi halaman Kontak Atau kirimkan permintaan di formulir ini, Marketing kami akan segera menghubungi anda. Mohon sertakan URL produk yang ditanyakan di kolom pesan.
Diberdayakan oleh Blogger.