Lesunya perekonomian saat ini -- harusnya bisa menjadi pendorong agar segera memulai bisnis.

Kenapa harus memulai bisnis?

Tujuannya, yaitu untuk antisipasi kalau-kalau suatu saat terkena PHK. Atau bisnis juga bisa dijadikan sebagai penghasilan sampingan, jadi kerja sambil menjalankan bisnis, agar kita bisa 'bertahan' di tengah harga-harga barang yang terus melonjak.

Bicara soal memulai bisnis, terkadang ada saja hal-hal yang membuat kita ragu dalam memulai bisnis, sehingga bisnis tak kunjung dijalankan. Istilahnya adalah 'kalah sebelum berperang'.

Berkenaan dengan hal di atas, di artikel ini kami akan merangkum 3 hal yang umumnya menjadi penyebab keraguan orang-orang dalam memulai bisnis.

Apa sajakah itu?

1. Minimnya modal


Inilah penyebab utama kenapa orang-orang tidak kunjung menjalankan bisnis. Minimnya modal menjadi alasan (baca: 'dalih') mereka sehingga tidak bisa memulai bisnis. Padahal kendalanya bukan di sana, melainkan ada pada KOMITMEN!

Apabila komitmen masih kurang mantap, maka ada saja yang dijadikan alasan yang membuat bisnis tak kunjung dijalankan. Padahal kalau KOMITMENNYA (untuk berbisnis) mantap, maka minimnya modal bukan halangan lagi.

Ada banyak cara untuk bisa mendapatkan modal, yakni dengan:

- menabung
- meminjam uang dari kerabat (usahakan tanpa bunga)
- melalui koperasi
- meminjam di bank syariah
- dan lain-lain.

Sebenarnya, ada juga bisnis yang bisa dijalankan dengan modal minim, jadi tak harus menunggu banyak modal baru memulai bisnis. Contoh-contohnya yaitu:



- jualan gorengan
- jualan pulsa
- bisnis online
- bisnis perantara (makelar) properti
dan lain-lain.

2. Takut gagal


Penyebab selanjutnya adalah, ketakutan (baca: 'phobia') dengan yang namanya kegagalan.

Memang betul, kegagalan adalah hal yang sangat menyesakkan, dan tentunya dihindari semua orang. Namun, dibalik kegagalan sebenarnya banyak 'ilmu dan inovasi baru' yang kita dapatkan. Dengan kegagalan, kita bisa belajar banyak hal, dan bisa menjadi bahan koreksi untuk langkah selanjutnya.

Selain itu, setiap orang pasti memiliki 'jatah gagal' nya masing-masing. Alangkah baiknya gagal di awal, kemudian sukses. Daripada bisnis sukses di awal, namun kemudian jatuh.

Jadi, dapat disimpulkan kalau kegagalan bukanlah hal yang harus ditakuti. Anggap saja kegagalan adalah sebuah KEHARUSAN dalam berbisnis, agar anda siap menerimanya kapan saja.


3. Terbiasa hidup 'stabil'


Yang namanya kebiasaan memang sulit untuk dirubah. Sebagai contoh, ketika anda terbiasa hidup 'stabil' sebagai karyawan, di mana gaji selalu dibayar dengan rutin tiap akhir bulan, dan kerja pun normal 'pergi-pagi pulang-sore' -- ketika anda mulai merintis bisnis, maka 'kestabilan' tersebut akan menghilang dari kehidupan anda. Tidak ada lagi penghasilan yang 'pasti', tidak ada lagi jam kerja yang 'teratur', dan anda harus selalu berfikir bagaimana agar besok bisa makan. Mungkin itulah, yang menjadi salah satu penyebab keraguan orang-orang dalam berbisnis.

Maka dari itu, apabila anda MANTAP dalam memulai bisnis -- usahakan agar anda SIAP menghadapi 'ketidakstabilan', 'ketidakteraturan', dan 'ketidakpastian' dalam hidup anda. Apabila anda TIDAK SIAP, maka jangan coba-coba untuk memulai bisnis! Ingat, bisnis bukanlah untuk 'keren-kerenan' semata. Ada tujuan yang harus anda capai, demi masa depan yang lebih baik untuk anda dan orang-orang yang anda cintai.


Memulai bisnis memang tidak mudah. Ada saja keraguan dan ketakutan yang muncul, sehingga anda sudah 'K.O. sebelum bertanding'. Namun, apabila anda memiliki KOMITMEN yang kuat, maka segala keraguan yang timbul hanya 'angin lalu' saja.

Maka dari itu, yakinkanlah hati anda terlebih dahulu, baru memulai bisnis!

sumber : http://www.onlenpedia.com/2017/02/3-hal-ini-yang-kadang-membuat-kita.html

Posting Komentar

Rak Minimarket

[Rak Minimarket][carousel1][#e74c3c]

Rak Gudang

[Rak Gudang][carousel1][#8e44ad]

Kontak Kami

Silakan kunjungi halaman Kontak Atau kirimkan permintaan di formulir ini, Marketing kami akan segera menghubungi anda. Mohon sertakan URL produk yang ditanyakan di kolom pesan.
Diberdayakan oleh Blogger.