Buku Retail Rules > 3.3. Lokasi, Lokasi, Lokasi

Kunci utama sukses ritel adalah lokasi, lokasi, dan lokasi. Karena itu bisnis ritel, terutama ritel makanan, berhubungan sangat erat dengan mal atau pusat perbelanjaan. Mal yang berhasil biasanya akan membuat tenant di dalamnya juga ikut meraih keberhasilan.
Di Indonesia, bisnis properti adalah bisnis yang sangat menguntungkan. Keyakinan ini didasarkan pada kebiasaan orang Indonesia yanggemar berbelanja. Maka berlomba-lombalah para konglomerat membangun bisnis properti. Saking agresifnya, bubble ini mulai meletus di pertengahan tahun 1997 dan sempat membuat banyak orang menderita dengan kerusuhan Mei 1998, yang membawa negara ini ke dalam krisis ekonomi yang berkepanjangan.
Tahun 2003, ketika ekonomi mulai pulih, bisnis properti kembali digenjot. Pembangunan mal yang bersifat jor-joran dilakukan lagi. Kita harus waspada agar tidak mengulang kesalahan yang terjadi di tahun 1998. Kekhawatiran ini sangat beralasan. Contoh krisis keuangan yang melanda Amerika Serikat akibat macetnya kredit properti yang membuahkan krisis global, adalah sebuah bukti yang nyata.
Namun demikian tidak terlihat kontrol yang memadai dari pihak yang berwenang. Hampir di setiap kota di Indonesia tidak memiliki tata kota yang baik. Tata kota yang baik antara lain ditandai adanya daerah hijau atau taman. Selain mengurangi pemanasan global, daerah hijau dan taman juga membuat warga bisa hidup dengan lebih nyaman, lebih sehat, lebih produktif, dan bahkan lebih kreatif. Pembangunan pusat perbelanjaan yang jor-joran ini sangat tidak

memperhatikan dampak lingkungan, dampak ekonomi, dan dampak sosial.

---------------------------------------------------------
Website Raja Rak Minimarket yang lain : 

Posting Komentar

Kontak Kami

Silakan kunjungi halaman Kontak Atau kirimkan permintaan di formulir ini, Marketing kami akan segera menghubungi anda. Mohon sertakan URL produk yang ditanyakan di kolom pesan. [contact/]
Diberdayakan oleh Blogger.