Buku Retail Rules > 1.5. Konsep Superstore

Amerika, negara yang penduduknya juga sangat gila belanja, tanpa disadari saat ini mengalami krisis yang sangat dalam. Format klub grosir (wholesaleclub) sangat sukses, sehingga WalMart pun mendirikan Sam's Club. Salah satu pemain suksesnya di Amerika Serikat adalah Costco, yang kemudian menjadi peritel nomor 6 di dunia dan masih bertumbuh baik, apalagi dalam kondisi krisis seperti sekarang.
Secara interior dan kemasan produk yang dijual, Costco sangat mirip dengan Makro. Namun Costco bukan hanya menyediakan produk kebutuhan sehari-hari dan produk segar yang baik dan dalam kemasan besar, namun juga menjual produk vitamin atau produk suplemen yang cukup lengkap, produk kosmetik kelas menengah, peralatan elektronik, komputer, kamera digital, dan peralatan kantor. Anak-anak pun boleh ikut dengan orang tuanya berbelanja di Costco. Di depan gerai Costco disediakan tempat makan sederhana namun praktis. Konsumen bisa membeli hotdog yang sangat terkenal dan minuman softdrink yang diisi sendiri dan isi ulang sepuasnya.
Pasar sasaran yang dituju oleh Costco sangat jelas, yaitu keluarga kelas menengah. Oleh karena itu, Costco membuat kegiatan di dalam tokonya sangat hidup. Banyaknya sampling membuat interior toko yang membosankan tidak lagi diperhatikan oleh konsumen.
Walaupun Costco merupakan toko grosir, pelayanan yang diberikan juga cukup baik. Prosedur pengembalian barang dan penanganan keluhan hampir mirip dengan supermarket selayaknya. Costco di Amerika sampai sekarang masih sangat sukses, dan di Indonesia belum ada format yang seperti ini.
Costco di Amerika mirip dengan Club Store di Indonesia yang sudah menghentikan operasionalnya sejak 3 tahun yang lalu. Awalnya di tahun 1995, Club Store hadir dengan memegang lisensi dari PriceSmart. Namun kerja sama ini hanya bertahan satu tahun lebih. Kemudian PriceSmart berganti nama menjadi Club Store. Perubahan nama ini tidak mengubah konsep bisnis yang dijalankan, dengan fokus produk kepada barang impor, memberikan benefit kepada anggota, dan menyediakan tempat makan keluarga yang murah meriah.
Club Store juga menyediakan softdrink yang bisa diisi ulang sepuasnya dan menjual pizza persegi yang sangat terkenal. Club Store cukup sukses dan mempunyai pelanggan setia dari kalangan menengah-atas dan ekspatriat. Keanggotaan membayar Rp 40.000 per tahun. Pada saat jayanya, Club Store Jakarta diperkirakan sempat memiliki 50.000 anggota.
Keuntungan menjadi anggota adalah spesial sekitar 5% mendapatkan harga spesial sekitar 5% lebih lebih murah dibanding murah dibanding harga biasa. Mengapa harga biasa. Club Store tidak bisa bertahan sedangkan Costco di Amerika masih sangat sukses meski persaingan di Amerika amat ketat? Apakah penyebabnya hanya karena krisis di tahun 1998 yang menyebabkan harga produk impor sedemikian melambung, sehingga daya beli dan daya jual produk-produk yang menjadi unggulan Club Store menjadi sedemikian rendah? Ataukah ada faktor lain? Apakah format seperti ini justru pada saat ini menjadi suatu peluang baru di bisnis ritel?

---------------------------------------------------------
Website Raja Rak Minimarket yang lain : 

Posting Komentar

Kontak Kami

Silakan kunjungi halaman Kontak Atau kirimkan permintaan di formulir ini, Marketing kami akan segera menghubungi anda. Mohon sertakan URL produk yang ditanyakan di kolom pesan. [contact/]
Diberdayakan oleh Blogger.